Kapan Menggunakan Flowra
Flowra kuat ketika proyek membutuhkan batas yang jelas, pola yang berulang, dan developer experience yang konsisten. Jika itu penting, Flowra kemungkinan cocok.
Flowra sangat cocok ketika
- Anda membangun API modular dengan banyak fitur atau tim.
- Anda ingin pola service dan controller yang konsisten di seluruh codebase.
- Anda butuh scaffolding yang repeatable untuk modul, migrasi, dan resource.
- API Anda membutuhkan akses database dengan konvensi jelas dan manajemen koneksi.
- Anda ingin kompatibilitas Express dengan struktur dan tooling tambahan.
Flowra mungkin terlalu berat ketika
- Proyek hanya satu endpoint atau skrip jangka pendek.
- Anda deploy serverless functions dan ukuran cold-start sangat penting.
- Anda ingin prototipe cepat tanpa struktur yang tidak akan dipelihara.
Cek keputusan cepat
| Pertanyaan | Jika "ya" | Jika "tidak" |
|---|---|---|
| Apakah API akan tumbuh lebih dari beberapa route? | Flowra membantu menjaga organisasi. | Express saja mungkin cukup. |
| Apakah ada banyak developer atau tim? | Flowra memberi pola bersama. | Setup lebih ringan bisa cukup. |
| Apakah Anda menghargai scaffolding dan struktur konsisten? | Flowra sangat cocok. | Anda bisa melewati layer framework. |
Flowra bukan tentang menambah kerumitan. Flowra memberi sistem yang jelas dan repeatable saat codebase mulai tumbuh.